Minggu, 11 September 2011

Khutbah Jum'at Puasa dan kemerdekaan


Puasa dan kemerdekaan
Hadirin Sidang Sholat Jum’ah Yang dimulyakan Yang dimulayakan Allah .
            Romadhon  menurut Bahasa artinya  panas membakar ,ia disebut demikian karena pada bulan ini semua dosa – dosa dan kesalahan manusia yang berpuasa di masa sebelum Romadhon dibakar habis .
            Rosul  Muhammad SAW bersabda”

Artinya “ siapa yang berpuasa Romadhon semata – maka karena keimanan serta mengharap rahmat dan pahala dari Allah maka dosa – dosa yang dilakukan sebelumnya akan diampuni oleh allah ( HR Bukhori )
            Tapi Puasa Romadhon juga dimaknai membakar spirit dan semangat juang dalam ketaatan kepada allah , dan bahkan api semangat itu adalah puasa Romadhon itu sendiri.  Dalam masa  sejarah awal islam perang badar yang terjadi pada tahun kedua Hijriyah terjadi pada bulan Romadhon , dalam perang inilah parjungan pertama mengangkat senjata yang ilakuka kaum muslimin melawan kamum kafir mekah yang menindas mereka sehingga mereka harus hekang dari makkah dan berhijrah kemadinah dan pada peperangan yang pertama ini pula kaum muslimin memperoleh kemenangan meyakinkan meskipun jumlah personelnya  hanya berjumlah tiga ratus orang. perang badar yang terjadi di bulan Puasa ini memberikan pesan perjuangan luar biasa , baik itu perjuangan fisik maupun mental. Selain berperang juga berpuasa , dan kaum muslimin pada waktu itu mampu melewatinya bahkan meraih kemenangan , maka dari itu puasa Romadhon sesungguhnya adalah bulan perjuangan dijalan Allah , berjuang menahan Lapar dan haus karena mentaati allah dan Rosulullah . serta berjuang menahan keinginan hawa nafsu, Romadhon sesungguhanya bukan bulan untuk bersantai – santai , istirahat dan tanpa aktifitas bermanfaat atau bulan glamor dan hura – hura yang menghabiskan dana yang sangat besar untuk menuhi kebutuhan sandang pangan yang wah .
            Kaum muslimin Indonesia masuk dalam bulan Romadhon tidak dalam suasana perang seperti halnya Rosulullah dan para sahabatnya , maka dari itu spirit perjuanganya lebih pada perjuangan mengekang hawa nafsu , selain menahan diri untuk tidak makan dan minum hingga sore hari perjuangan melawan hawa nafsu tidak kalah hebatnya dengan dengan perjuangan secara fisik . manusia mungkin bias menahan lapar dan haus tetapi tidak banyak yang berhasil dalam menahan hawa nafsu itulah yang Rosulullah yang sitir dalam hadisnya  ‘” betapa banyak orang yang berpuasa tetapi yang ia dapat hanya lapar dan haus . ( Hr Ahmad dan Abu Hurairoh )  
            Perjuangan melalui puasa dibulan Romadhon memiliki tujuan atau target yang ingin dicapai . allah menyebutkan tujuan itu adalah untuk menjadikan orang – orang yang berpuasa menjadi orang – orang yang berpuasa :


            Artinya ” Hai orang – orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas  orang – orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa . 
            Taqwa berasal dari kata wiqoyah yang secara bahasa salah satu maknanya menjaga atau memelihara diri .
            Dalam alqur’an misalnya disebutkan :

Artinya ” Hai orang – orang yang beriman peliharlah dirimu dan keluargamu dari api neraka . ayat ini selaras dengan makna puasa yang disebutkan oleh Rosulullah sebagai tameng yang menjaga atau memelihara pelakunya agar tidak melakukan hal - hal buruk .puasa adalah tameng karena itu janganlah berkata – kata kotor  dan bertindak bodoh , jika ada orang yang mengajaknya bertarung atau bertengkar kataknlah aku sedang berpuasa . ( HR Bukhori dari abu hurairoh )
            Jadi puasa mengerem hawa nafsu yang mengarah pada hal – hal yang negatif dan pada yang sama melepas. sebanyak – banyaknya dorngan diri untuk melakukan kebaikan atau hal – hal yang bermanfaat . ketika ada orang yang mengajak atau memprofoksi melakukan tindakan kekerasan atau mengajak bertengkar ,mengumpat dan mencaci maki  Rosulullah menghimbau orang yang berpuasa untuk menahan diri dan mengatakan dirinya sedang berpuasa .
            Puasa melindungi orang yang berpuasa sehingga tidak termakan hasutan , justru dengan jawaban bahwa ia sedang berpuasa secara implisit menunjukan sikap binaksana dan tidak reaktif secara berlebihan menghadapi provokasi , ketika hawa nafsu terkekang saat itulah dia menjadi orang yang merdeka ,lepas dari belenggu hawa nafsu  menjadi manusia yang selalu meniti jalan Allah , jalan kebenaran yang membuat dirinya hidup dalam kebahagiaan dan kegembiraan , Rosulullah menyebut hal ini sebagai kegembiraan  ” Orang yang berpuasa akan mendapat dua kegembiraan, Gembira saat ia menjadi fitri dan gembira saat dia bertemu dengan Tuhannya ” HR Muslim dari abu Hurairah )
            Idhul Fitri menjad puncak dari Seleberasi kemerdekaan ini , bukan merdeka karena tidak lagi berpuasa tetapi merdeka karena lepas dari penjahatan dan kendali Hawa Nafsu , kemerdekan ini juga tidak berarti perjuangan usai , Justru perjuangan yang terus berlanjut , yakni perjuangan menjaga dan mempertahankan kemerdekaan secara konsisten . bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan bertepatan dengan bulan Romadhon . tetapi setelah itu perjuangan baru dimulai yakni konsisten mempertahankan dan membangun bangsa yang kearah lebih baik ,  maka secara individual Romadhon menjadi ajang perjuangan manusia menjadi manusia yang merdeka dari segala penjajahan hawa Nafsunya . dalam konteks bangsa yang saat ini sedang berpuasa . puasa menjadi perjuangan mengerem  ambisi kotor atau kepentingn sesaat yang mengorbankan kepentingan umum ,yakni kepentingan bangsa dan Negara .
Rosulullah paska pembebasan mekah ( fathul makah ) mengatakan setelah pembebasini , tidak adalagi hijroh kecuali jihat dan Niat . ( HR bukhori dari ibnu abbas )
            Hijrah adalah perjungan berat meninggalkan kampung halaman demi kebenaran dan lepas dari penindasan dan penjajahan . setelah makh dibebaskan hijroh seperi itu tidak ada yang ad adalah jihat dan Niat , jihad menurut bahasa adalah sikap sungguh – sungguh , konsisten dan penuh komitmen dalam berusaha , sedangkan niat adalah keinginan , harapan , dan cita – cita perubahan kearah yang lebih baik .
            Saat ini bangsa terjajah kemiskinan, kebodohan , komunalisme eklusisvisme pandangan yang sempit dan tidak toleransi serta pramakmatisme dan ketidakpedulian  sebagian elit penguasa dan elit politik sehingga membuat bangsa ini berjalan pelan . dan pada momentum Puasa Romadhon kali ini yang bertepatan dengan bulan memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia marilah kita jadikan momen untuk Reflektif memaknai lagi arti perjuangan menuju kemerdekaan yang sejati . amin . amin yarobala ’alamin .
              
           

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews